Latar Belakang

 

Hari Sumpah Pemuda, yang setiap tahun kita rayakan pada tanggal 28 Oktober, adalah hari yang keramat bagi bangsa Indonesia. Namun, sayangnya, selama 32 tahun Orde Baru, peringatan hari yang amat penting ini terasa sudah kehilangan “api”-nya atau jiwanya yang revolusioner. Padahal, Sumpah Pemuda adalah salah satu di antara berbagai landasan utama bagi kebangkitan nasional kita, dan merupakan semen yang mempersatukan bangsa dan negara kita.

Seperti halnya Hari Pahlawan 10 November, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda adalah pegangan penting bagi kita semua. Dewasa ini, ketika negara dan bangsa kita sedang dilanda oleh berbagai krisis di banyak bidang, adalah amat penting bagi kita semua untuk menyimak kembali arti penting hari yang bersejarah ini, dan berusaha menghayati maknanya bagi kelangsungan kehidupan kita bersama.

Sumpah Pemuda, yang dilahirkan sebagai hasil Kongres Pemuda II yang diselenggarakan tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta adalah manifestasi yang gemilang dari hasrat kuat kalangan muda Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku dan agama, untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Mereka ini adalah wakil-wakil angkatan muda yang tergabung dalam Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain. Atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) inilah kongres pemuda itu telah melahirkan Sumpah yang berbunyi :

“Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah-darah yang satu : tanah Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu : bangsa Indonesia.
Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa yang satu : bahasa Indonesia.”

Jadi, jelaslah bahwa Sumpah Pemuda merupakan kesepatakan dan kesepahaman bersama berbagai suku bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara kongkrit oleh wakil-wakil angkatan muda mereka. Sumpah Pemuda adalah fondasi penting kebangkitan bangsa Indonesia dan landasan utama bagi pembentukan negara Republik Indonesia.

Dalam merenungkan kembali arti penting Sumpah Pemuda, mungkin perlu kita pertanyakan apakah Sumpah Pemuda benar-benar telah dihayati oleh angkatan muda saat ini? Sumpah Pemuda adalah kontrak sosial atau kontrak politik bersejarah , yang telah dibuat secara khidmat bersama-sama oleh angkatan muda dari berbagai golongan suku, agama, aliran politik.

Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua bahwa Indonesia ini adalah milik kita bersama, tidak peduli dari kalangan agama atau suku yang mana pun, atau dari kalangan aliran politik yang bagaimana pun. Sumpah Pemuda telah meng-ikrarkan bahwa kita adalah satu bangsa, satu tanah-air dan satu bahasa. Tetapi, Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul dihayati atau dipatuhi, kalau semua merasa mendapat perlakuan yang adil. Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul diakui atau ditaati secara bersama dengan sepenuh hati, kalau semua merasa dihargai setara.

FIM 11

Berangkat dari hal diatas, Forum Indonesia Muda (FIM) sebagai forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai universitas maupun lembaga kepemudaan, dari seluruh Indonesia, memandang bahwa Sumpah Pemuda adalah tema yang urgent untuk diangkat. Tidak hanya menjadi sebuah ritual, saat ini perlu ada pemaknaan baru momentum sakral ini agar angkatan muda tidak gagap dalam menghadapi tantangan zaman.

Sumpah Pemuda, sejalan dengan visi FIM untuk mewujudkan pemimpin bangsa yang memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi, berakhlak mulia, sehat dan cerdas paripurna, baik secara fisik, rohani, spiritual, maupun intelektual, serta ikut mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Kami berharap melalui pelatihan kepemimpinan FIM 11 tahun ini, semangat kebangkitan pemuda di negeri ini akan semakin tumbuh, bermunculan pemimpin-pemimpin baru yang mampu memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat di sekitarnya, dan pada akhirnya ikut mencapai Indonesia yang lebih baik, mandiri dan sejahtera.

14 Comments

  1. izin share ya bang admin :) -Reza, FIM 9-

    • Silakan. Terima kasih, ya :)

  2. pemuda adalah unsur terpenting dlm hal sejarah kemerdekaan Indonesia!

  3. kami mau bergabung dalam fim 11, tolong sampaikan kepada kami informasinya ? terima kasih.

    • Silakan lihat halaman Registrasi, ya

  4. minta info tentang pendaftarannya donk om admin

  5. Ada sub menu pendaftaran. Dicari aja bagian atas untuk info pendaftaran.

  6. Salam Pemuda Indonesia
    Sangat tertarik untuk ikut dalam kegiatan FIM 11 ini, Kebetulan saya lahir tanggal 28 Oktober 1990 dan sekarang aktif di gerakan pemuda dan pelajar di Makassar. Bismillah, semoga bisa ikut gabung di FIM.

  7. Assalamu’alaikum…
    Ada seleksinya gak?

  8. ‘menjunjung bahasa persatuan’ dan tanpa ‘yang’

  9. Sayang tgl segitu saya ada ToT dg KPK…
    Padahal ingin turut serta :D
    Sukses untuk inisiasinya…
    Bangkit dari kata menuju karya nyata!

  10. Assalamu’alaikum… maaf saya mau tanya kenapa foto dan rekomendasinya ga bisa dikirim?
    Udah klik menu select tapi ga jalan-jalan… padahal waktunya udah singkat…

  11. Pemuda dan mahasiswa bergerak hanya mencari jalan kemerdekaan. Tanpa pemuda, proklamasi, rapat Ikadi, atau pertempuran Surabaya tidak akan pernah ada dalam sejarah Indonesia. Pemuda ada di jalan revolusi, ketika melihat politik terlalu lama menjadi panglima perubahan negeri dan ekonomi semakin mendekati anarki. Pemuda menuntut sukses. Mereka mendesak alih kepemimpinan nasional dari tangan pemimpin besar revolusi, serta membersihkan politik dari anasir kiri.

  12. sukses buat FIM11!!!
    untuk FIM 12 tema yang bakal diangkat apa y? dan bulan apa dibukanya FIM 12? thanks admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>